Home

Listening to In the Presence of Enemies (Live) by Dream Theater

Leave a comment

Listening to In the Presence of Enemies (Live) by Dream Theater

Preview it on Path

Advertisements

Listening to Illusion by Liam Espinosa

Leave a comment

Listening to Illusion by Liam Espinosa

Preview it on Path

Catatan Perjalanan LTC

Leave a comment

Nama: Avie Rushina

NIM: 1103617051

Nama Kelompok: Raden Fatahillah

Nama Fasil.: Fathin Qonitalillah

Pada hari Sabtu tanggal 7 Oktober, rangkaian Pra-LTC dilaksanakan di aula Gedung Daksinapati lantai 3. Acara tersebut dilaksanakan pada pukul tujuh pagi sampai pukul lima sore. Adapun rangkaian acaranya berupa pembukaan, pembagian kelompok, pemaparan barang bawaan, penyampaian tugas individu dan kelompok, tata tertib pelaksanaan LTC, hingga materi pertama.

Lalu, di hari Kamis tanggal 19 Oktober, para peserta LTC datang ke sekretariat HIMA MP untuk mengumpulkan penugasan barang tertentu seperti beras setengah kilogram dan dua butir telur. Pada pass LTC yang dilaksanakan tanggal 20 Oktober, seluruh peserta LTC berkumpul di depan ruang Kepala Prodi MP untuk melakukan presensi hari pertama dan mengumpulkan barang-barang bawaan individu. Setelah presensi, para lelaki muslim melaksanakan sholat Jum’at sedangkan para perempuan muslim melaksanakan sholat Zhuhur. Sebelum berangkat, panitia LTC mengkondisikan para peserta dalam keadaan duduk per kelompok. Setelah mendengarkan sambutan dari Pak Supadi dan Pak Ary Bayu Nugraha, seluruh peserta menaiki tronton.

Setelah beberapa jam perjalanan, para peserta sudah sampai di Villa Megamendung, Puncak. Mereka pun masuk ke area villa setelah mengambil barang bawaan mereka. Lalu, para peserta melaksanakan sholat Ashar, Maghrib, dan Isya. Kemudian, para peserta berkumpul di lapangan dan mengumpulkan barang-barang berharga serta berbagai benda yang tidak berhubungan dengan LTC.

Beberapa saat setelah berkumpul di lapangan, para peserta LTC memasuki area acara untuk menerima materi pertama yang bertema public speaking. Dilanjutkan oleh praktek public speaking bersama anggota kelompok mereka masing-masing. Setelah itu, para peserta memasuki kamar tidur untuk beristirahat.

Keesokan harinya, tepat pada tanggal 21 Oktober, para peserta dibangunkan kira-kira pukul satu pagi. Setelah dibangunkan, mereka segera berkumpul di halaman villa untuk mendapatkan info tentang pelanggaran apa saja yang telah dilakukan oleh sebagian dari mereka. Beberapa menit kemudian, para peserta langsung menutup mata dengan slayer setelah sholat malam. Lalu, mereka diarahkan menuju api unggun untuk mengikuti muhasabah umum.

Pagi harinya, para peserta melaksanakan sholat Subuh dan membaca Al Matsurat. Setelah itu, mereka mendapat materi tentang aksi mahasiswa di depan umum. Kemudian, tepat setelah sarapan, para peserta juga mengikuti simulasi aksi unjuk rasa bersama panitia acara. Beberapa saat setelah itu, para peserta beristirahat sejenak dan menikmati makan siang. Kemudian, mereka mengikuti simulasi debat bersama anggota kelompok masing-masing. Lalu, para peserta memperhatikan materi tentang pemilu beserta simulasinya. Setelah mendengarkan materi tentang negosiasi, para kelompok mempresentasikan hasil rancangan program kerja mereka.

Beberapa saat kemudian, tepatnya setelah sholat Maghrib, seluruh peserta yang beragama Islam melaksanakan tadarus Al Qur’an. Tiba-tiba, hampir setengah dari seluruh peserta putri jatuh pingsan dalam keadaan mood yang tidak tenang. Untuk mengatasi hal tersebut, panitia mengevakuasi para peserta menuju villa kedua dan menenangkan teman-teman mereka dengan cara membacakan dzikir dan ayat Al Qur’an. Lalu, acara dilanjutkan dengan makan malam bersama dan pemberian materi tentang persidangan. Setelah pemberian materi, terjadilah simulasi persidangan dengan seru dan heboh.

Keesokan harinya, para peserta bangun dan melaksanakan sholat Subuh berjama’ah. Setelah itu, mereka mengenakan pakaian siap kotor karena akan diadakan games. Sebelum memainkan games tersebut, para peserta berolahraga bersama. Disusul oleh forum advokasi yang dilaksanakan bersama fasil kelompok masing-masing. Lalu, sesi games dimulai dari penjelasan tentang pos manakah yang merupakan titik awal permainan bagi dua kelompok tertentu. Setelah menikmati games, para peserta langsung berganti pakaian dan mengenakan jas almamater UNJ.

Setelah sholat Zhuhur, para peserta mengikuti acara inagurasi. Dalam inagurasi tersebut, terdapat berbagai penampilan yang dilaksanakan oleh sebagian dari seluruh peserta. Ada penampilan dance, drama, hingga band. Setelah inagurasi, ramah-tamah dengan para alumni jurusan MP disambut meriah oleh para panitia dan peserta. Beberapa saat setelah acara ramah-tamah berakhir, para peserta menikmati makan siang dan mendengarkan sejumlah pengarahan tentang acara apa saja yang akan dilaksanakan oleh HIMA MP. Lalu, para peserta dapat mengembalikan barang-barang berharga mereka yang telah disimpan oleh TDK selama tiga hari.

Sebelum kembali ke UNJ dan pulang ke rumah, para peserta menandatangani presensi dan menyempatkan diri untuk berfoto bersama panitia. Kemudian, para peserta berfoto bersama di depan villa sambil menunjukkan poster LTC. Setelah itu, para peserta dapat menaiki tronton untuk kembali ke UNJ.

Leave a comment

View on Path

Listening to BREATHE 한숨 by Lee Hi

Leave a comment

Listening to BREATHE 한숨 by Lee Hi

Preview it on Path

Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah dalam Rangka Menyiapkan Generasi Berkarakter Cerdas dan Aktif

Leave a comment

Nama : Avie Rushina

NIM : 1103617051

Pendidikan karakter adalah sebuah sistem pendidikan yang menekankan pada penanaman nilai-nilai karakter seluruh peserta didik. Adapun berbagai komponen yang diterapkan pada pendidikan karakter adalah kebenaran, kesadaran, tekad, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai luhur. Tujuan dari diadakannya pendidikan karakter khususnya di sekolah yaitu untuk membentuk kesadaran para peserta didik terhadap adab kepada guru, orangtua, dan sesama teman. Selain itu, tujuan pendidikan karakter adalah untuk membangun generasi penerus yang dapat memajukan negeri.

Pendidikan karakter adalah hal yang sangat penting untuk para pendidik di sekolah. Melalui adanya pendidikan karakter, para peserta didik dapat memahami sikap apa saja yang harus diterapkan kepada sesama. Selain itu, pendidikan karakter juga dilakukan untuk menyiapkan generasi penerus yang cerdas dan aktif dalam kehidupan sehari-hari. Jika pendidikan karakter dilakukan dengan baik, maka seluruh peserta didik dapat disiapkan sebagai generasi terbaik untuk membangun bangsa dan negara. Begitu juga sebaliknya kalau pendidikan karakter belum atau bahkan tidak dilaksanakan oleh para tenaga pendidik di sekolah.

Dalam pelaksanaan terwujudnya pendidikan karakter di sekolah, peran guru sangat penting. Khususnya, guru-guru BK yang bertugas untuk mendata siswa yang mentaati maupun melanggar tata tertib, memberi teguran agar tidak melakukan kesalahan tertentu, bahkan sebagai agen sosialisasi tentang pembentukan karakter baik di masyarakat. Selain itu, guru mata pelajaran agama berperan untuk menanamkan nilai-nilai agama agar seluruh siswa dapat membedakan antara yang benar ataupun salah. Bahkan, semua guru di sekolah juga ditugaskan untuk menyiapkan para siswa sebagai generasi yang cerdas dan aktif dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menyiapkan generasi yang cerdas dan aktif, guru sebagai pendidik di sekolah harus menanamkan karakter terbaik yang sesuai dengan nilai agama, nilai moral, hingga nilai kesusilaan kepada seluruh siswa. Selain menanamkan berbagai karakter yang sesuai dengan nilai-nilai tersebut, para guru juga harus mensosialisasikan karakter apa saja yang termasuk baik maupun buruk. Agar para siswa semakin cerdas dan aktif dalam bermasyarakat, para guru harus memberikan contoh tentang keaktifan para pejuang dari berbagai zaman untuk membangun masyarakat.

Peran Mahasiswa dalam Membangun Pendidikan Bangsa

Leave a comment

Pendidikan di Indonesia saat ini masih tergolong kurang memadai. Sementara masyarakat kota-kota besar khususnya Jakarta mendapatkan pendidikan yang layak, masih terdapat sebagian rakyat daerah yang belum memperoleh fasilitas pendidikan. Selain itu, pendidikan di Indonesia tak semaju negara-negara lain karena sistemnya kurang mendukung sehingga masyarakatnya masih awam dengan banyaknya kemajuan yang terjadi di dunia yang beriringan dengan perkembangan zaman. Ironisnya, salah satu tujuan negara berdasarkan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Jika dibandingkan oleh semua sistem pendidikan di dunia, Indonesia masih tertinggal jauh dari berbagai negara maju khususnya Finlandia, Jepang, dan Jerman. Penyebabnya, sistem pendidikan yang digunakan oleh negara masih menekankan pada kecerdasan siswa pada semua mata pelajaran di jenjang sekolahnya. Terkadang, seorang siswa yang bercita-cita sebagai insinyur harus menghafalkan bagian-bagian tubuh makhluk hidup. Bahkan, ada juga seorang siswa yang bercita-cita menjadi akuntan harus menghafalkan ribuan kejadian bersejarah di Indonesia dan dunia.

Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan peran masyarakat agar dapat memajukan pendidikan Indonesia khususnya para mahasiswa. Para mahasiswa dapat berperan mengadakan seminar tentang pentingnya pendidikan kepada seluruh kalangan masyarakat. Selain itu, para mahasiswa yang masih berjuang memperoleh gelar sarjana juga mampu mengayomi masyarakat untuk mengenyam pendidikan.

Para mahasiswa bukan hanya sekadar mengayomi pentingnya pendidikan seluruh kalangan masyarakat. Namun, para mahasiswa harus mengetahui bahwa pendidikan juga bermanfaat untuk memajukan dan mencerdaskan kehidupan masyarakat Indonesia. Mengikuti cepatnya perkembangan zaman, para mahasiswa juga dapat menyebarluaskan pentingnya pendidikan melalui berbagai media cetak maupun elektronik. Selain menyebarkan berbagai media pendidikan, para mahasiswa juga berperan sebagai agen perubahan dalam pandangan masyarakat mengenai pentingnya pendidikan.

Sebagai contoh, keberadaan program ‘Indonesia Mengajar’ merupakan hal yang dapat membuat para mahasiswa dituntun untuk mengajar di sekolah sehingga mereka sadar bahwa mereka juga dapat berperan dalam memajukan pendidikan bangsa. Dalam program tersebut, para mahasiswa diharapkan untuk menumbuhkan motivasi masyarakat agar dapat memberi dan mendapatkan pendidikan serta menyadarkan seluruh kalangan atas pentingnya pendidikan bagi setiap orang.

Para mahasiswa juga memiliki peran sosial. Peran sosial yang dimaksud adalah adanya sosialisasi tentang pendidikan yang dilakukan oleh para mahasiswa ke seluruh kalangan masyarakat. Selain melakukan sosialisasi, para mahasiswa juga dapat memberi dan membagikan ilmu pengetahuan mereka kepada seluruh kalangan masyarakat. Namun, dalam proses sosialisasi terhadap pentingnya pendidikan, para mahasiswa harus memberikan teladan baik dalam mendidik masyarakat.

Sebelum melakukan penggerakan pendidikan di Indonesia, para mahasiswa harus dibekali dengan materi kepemimpinan, kemampuan memposisikan diri, hingga sensitivitas yang tinggi. Jika semua hal tersebut didapat oleh para mahasiswa, mereka dapat menggerakkan berbagai aspek pendidikan. Namun, aspek pendidikan yang harus digerakkan bukan hanya dari segi fasilitas tempat. Para mahasiswa harus menggerakkan metode, pengembangan kurikulum, cara pengajaran, hingga memajukan pendidikan agar tak kalah unggul dengan sistem pendidikan yang diterapkan pada setiap negara-negara maju.

Di masa depan, para mahasiswa merupakan calon penerus bagi para pengayom pendidikan di Indonesia. Sebagai calon penerus, mereka akan menggantikan generasi terkini dari para penggerak pendidikan Indonesia. Selain meneruskan perjuangan para pencetus pendidikan Indonesia seperti Ki Hajar Dewantara, mereka dapat memajukan pendidikan Indonesia dengan visi dan misi yang mereka cetuskan pula di saat menduduki bangku universitas sembari mendengarkan penjelasan dosen.

Nama : Avie Rushina

NIM : 1103617051

Prodi : Manajemen Pendidikan

Older Entries